Juliet : The Da Vinci Code yang Kental akan Romantisme

Posted by Unknown - -

Ciao! how's your day?
Oke well, kali ini aku lagi pengen ngereview novel nih. Selagi ngisi waktu libur semester yang cuman DUA minggu -hiks sedihnya-, aku udah siap-siap beli berbagai macam novel untuk membunuh kebosanan -bahasanya ck ck-, yah kalo diibaratin sih kaya beruang yang uda nyapin supply makanan buat winternya.
Nah, salah satu novel yang aku baca yang sekarang akan aku review adalah novel terjemahan setebal 710 halaman berjudul Juliet. Eits jangan salah nebak loh, ini bukan novel yang menceritakan tentang kisah Romeo & Juliet karangan William Shakespeare dari sudut pandang Juliet ataupun biografinya Juliet dalam kisah Romeo & Juliet karya William Shakespeare. Ini merupakan salah satu novel yang kayanya terinspirasi dari cerita Romeo & Juliet karya om Shakespeare yang terkenal itu. Alasan aku pengen buat review ini sih karena aku suka novel sejenis Da Vinci Code dan juga suka suka buanget sama novel romance, yauda deh klop kan novel Juliet ini, jenis novel aku banget. Ok kayaknya openingnya kelamaan ya, hehe, ya udah deh kalau gitu kita langsung aja ke TKP.

Spesifikasi Buku:

  • Title : Juliet
  • Author : Anne Fontier
  • Publisher : Qanita, Penerbit Mizan
  • Published : January 2012
  • Soft Cover
  • GoodReads Ratings : 3.89/5
Sinopsis
Cinta terlarang. Kawin Lari. Racun. Kematian. Shakespeare memasukkan keempat unsur itu dalam tragedi abadinya, Romeo and Juliet. Jarang ada yang tahu bahwa, sebelumnya, kisah itu benar-benar terjadi, di suatu kekacauan di Siena pada 1340 Masehi.

Sekarang, di abad 21, Julie Jacobs dikirim kembali ke masa-masa itu. Berbekal sebuah kunci, ia berangkat ke Siena untuk mencari harta peninggalan Juliet, yang ternyata adalah nenek moyangnya sendiri.

Namun ia tak bisa melakukannya sendirian. Titisan Romeo seharusnya membantunya, tapi di mana ia? Karena jika Romeo tidak muncul, Julie terancam akan menderita tragedi besar seperti yang dikisahkan oleh Shakespeare ratusan tahun silam.
Nah gimana nih udah kebayang belum novelnya kaya gimana?
Pengarangnya sendiri menjelaskan bahwa ide novel ini sendiri bertolak dari versi paling tua kisah Romeo & Juliet di kota Siena, versi yang jauh lebih tua dari versi om Shakspeare yang menggemparkan dunia persastraan akan gebrakan karyanya yang selama ini kita nikmati Romeo & Juliet.
But wait, tahan dulu sebentar ya, takutnya nih review tercium bau Spoiler, maka bagi yang belum baca dan gak mau kehilangan feel ketika membaca novel ini, disarankan untuk tidak meneruskan membaca review selanjutnya, demi kebaikan kita semua, haha, lebay baget...
Ok lanjutt. Dalam novel ini menceritakan dari sudut pandang orang pertama sebagai main characternya. Sedang main characternya sendiri bernama Julie Jacob a.k.a Giulietta Tolomei -Nah uda keliatan kan dari namanya aja Giulietta yang kalo dibaca rada mirip-mirip Juliet kan, haha- yang ternyata punya seorang saudara perempuan -kembar pula- bernama Janice Jacob a.k.a Ginannozza Tolomei.  Giulietta ini nantinya akan "berburu" harta karun -tepatnya sebuah patung yang ada hubungannya dengan kisah Romeo & Julietnya Siena-, ditengah-tengah  perburuan itu ia mengalami berbagai macam kejadian dan banyak bertemu dengan orang-orang baru, salah satunya Alessandro, seorang kepala keamanan di sebuah bank tertua di Siena -dan ternyata Alessandro ini punya masa lalu yang cukup rumit dan masa lalu Alessandro ini cukup twisted dipertengahan cerita. Oho, takut gk rame ah kalo diceritain, mending gak usah aja ya :D. Dalam pencariannya Giulietta menemukan bahwa ia masih keturunan Giulietta yang berasal dari Siena yang menjadi cikal bakal cerita Romeo& Juliet.
Dalam Novel ini kita akan disuguhkan dengan cerita "Romeo & Giuliette" versi modernnya -Romeo & Giulietta yang berburu harta karun- kemudian sesekali diselingi kisah Romeo & Giulietta dari Sienna pada tahun 1340M.
Inti ceritanya sebenarnya mudah sekali ditebak, namun meskipun begitu, ada beberapa bagian dari novel ini yang cukup twisted. Untuk bagian Cospiracy-Detective fiction genres nya mungkin tidak segreget The Da Vinci Code, namun karena cukup banyaknya part untuk bagian romancenya, ya ada point plus tersendiri bagi aku yang notabene pencinta romance novel, so I'll give rate 4 out of 5, Is it worth?

Leave a Reply

Jangan sungkan-sungkan untuk bertanya.
Anonymous says:
Malu Bertanya, Sesat Di Jalan